Kamis, 29 September 2011

Mengalirlah seperti air

Saat saya melihat sungai ciliwung yg sudah tercemar. Saya teringat tentang monyet kita, manusia. Bukankah dalam syair-syair penyair tekenal. Hidup kita seperti air yg mengalir lembut ke laut.

Tetapi saat saya melihat sungai ciliwung saya teringat. Apakah sekian banyaknya "sampah" dalam hidup kita, sehingga hidup kita tidak "mengalir" seperti sungai yg jernih airnya. Jika memang seperti itu alangkah baiknya jika menyingkirkan "sampah" itu, sehingga hidup kita "mengalir" seperti air di sungai yg jernih airnya. Cara itu memang seharusnya dilakukan pada sungai ciliwung.

Apakah anda semua mau disamakan dengan sungai ciliwung? Tidak bukan. Maka sebaiknya mulai sekarang mulailah menyingkirkan "sampah-sampah" tersebut. Sehingga hidup kita bisa "mengalir" layaknya sungai yg jernih airnya.

Salam hangat,
Imam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar